Header Ads

Loading...

5 Perang Besar Yang Meninggalkan Kesan Sejarah Dalam Islam

Loading...
Dalam menjalankan misi menyebarkan agama Islam, Rasulullah SAW sering sekali mendapatkan tentangan dari orang-orang kafir. Bahkan saat Islam sudah mulai berkembang, kaum kafir terus berusaha untuk menghancurkan serta memecah belah umat Islam.

Dalam sejarah perkembangan Islam, Rasulullah SAW pernah beberapa kali terlibat dan turun ke medan perang demi memerangi orang-orang kafir yang cuba untuk menghancurkan kaum muslimin. 

Hal ini membuat pada masa kini ada yang menganggap bahawa Rasulullah SAW adalah seseorang yang suka menggunakan cara-cara kekerasan demi melancarkan misinya.

5 Peperangan Yang Paling Memberi Kesan Kepada Umat Islam

Ditambah lagi dengan segelintir yang mengaku dari golongan muslim yang tetapi terlibat dalam militan dan terrorist yg kononnya atas nama jihad. Tetapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang merosakkan nama baik agana Islam di mata dunia.

Islam sesungguhnya mengajarkan ke arah kedamaian. Perang jihad pada masa Rasulullah di lakukan dengan sebab kerana mereka orang-orang kafir selalu saja cuba untuk memerangi kaum muslimin.

Bila berbicara soal perang pada masa-masa berkembangnya agama Islam, ada 5 perang besar yang pernah dialami oleh umat Islam.

1. PERANG BADAR

5 Perang Besar Dalam Sejarah Islam

Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Pada saat itu, kaum muslimin yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang.

Perang ini terjadi pada 17 maret 624 M atau 17 Ramadhan 2 H. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy yang kemudian mundur dalam kekacauan. 

Bagi kaum Muslim awal, pertempuran ini sangatlah berarti karena merupakan bukti pertama bahwa mereka sesungguhnya berpeluang untuk mengalahkan musuh mereka di Mekkah. Mekkah saat itu merupakan salah satu kota terkaya dan terkuat di Jazirah Arab pada zaman jahiliyah. 

Kemenangan kaum Muslim juga memperlihatkan kepada suku-suku Arab lainnya bahwa suatu kekuatan baru telah bangkit di Arabia, serta memperkokoh otoritas Muhammad sebagai pemimpin atas berbagai golongan masyarakat Madinah yang sebelumnya sering bertikai. 

Berbagai suku Arab mulai memeluk agama Islam dan membangun persekutuan dengan kaum Muslim di Madinah; dengan demikian, ekspansi agama Islam pun dimulai.

2. PERANG UHUD

5 Perang Besar Dalam Sejarah Islam

Pertempuran Uhud adalah pertempuran yang pecah antara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H). Pertempuran ini terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badar.

Tentara Islam berjumlah 700 orang sedangkan tentara kafir berjumlah 3.000 orang. Tentara Islam dipimpin langsung oleh rasulullah sedangkan tentara kafir dipimpin oleh Abu Sufyan.

Disebut Pertempuran Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.

Pada saat itu, umat Islam hampir saja menelan kekalahan karena tidak disiplinnya para pasukan yang berada di atas bukit yang tergiur dengan harta rampasan perang sehingga mereka meninggalkan pos mereka yang dipelopori oleh Abdullah bin Ubay.

Hal ini dimanfaatkan oleh tentara-tentara kafir untuk memukul mundur kaum muslimin. Namun, Allah memberikan pertolongan-Nya terhadap kaum muslimin. Sehingga kaum muslimin meraih kemenangan.

3. PERANG MU'TAH

5 Perang Besar Dalam Sejarah Islam

Pertempuran Mu'tah adalah perang antara kaum muslimin melawan tentara kekaisaran Romawi. Perang ini terjadi pada 629 M atau 5 Jumadil Awal 8 Hijriah di dekat kampung yang bernama Mu'tah, di sebelah timur Sungai Yordan dan Al Karak.

Perang Mu’tah merupakan pendahuluan dan jalan pembuka untuk menaklukkan negeri-negeri Nasrani. Pemicu perang Mu’tah adalah pembunuhan utusan Rasulullah bernama al-Harits bin Umair yang diperintahkan menyampaikan surat kepada pemimpin Bashra.

Al-Harits bertemu dengan Syurahbil bin Amr, seorang gabenor wilayah Balqa di Syam, ditangkap dan dipenggal leherny. Untuk perang ini, Rasulullah mempersiapkan pasukan berkekuatan tiga ribu tenter. Inilah pasukan tentera Islam terbesar pada waktu itu.

Mereka bergerak ke arah utara dan berehat di Mu'an. Saat itulah mereka memperoleh berita bahawa Heraklius telah berada di salah sebuah wilayah Balqa dengan kekuatan sekitar seratus ribu tentera Roman. Mereka bahkan mendapat bantuan dari pasukan Lakhm, Judzam, Balqin dan Bahra yang dianggarkan lebih kurang seratus ribu tentera. Jadi total kekuatan mereka adalah dua ratus ribu tentera.

4. PEPERANGAN KHANDAQ

5 Perang Besar Dalam Sejarah Islam

Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah atau pada tahun 627 Masihi. Pengepungan Madinah ini diterajui oleh pasukan tentera gabungan antara kaum kafir Quraisy Mekah dan yahudi bani Nadir (al-ahzaab). Pengepungan Madinah bermulz pada 31 Mac 627 Masihi dan berakhir 27 hari selepas itu. 

Dua puluh pimpinan Yahudi bani Nadhir datang ke Mekah untuk melakukan provokasi supaya kaum kafir bersatu untuk menumpas kaum Muslimin. Pimpinan Yahudi bani Nadhir juga berjumpa dengan Bani Ghathafan dan mengajak mereka untuk melakukan apa yang mereka serukan kepada orang Quraisy.

Selanjutnya mereka pergi berjumpa dengan kabilah-kabilah Arab di sekitar Mekah untuk melakukan hal yang sama. Mereka semua akhirnya sepakat untuk bergabung dan menentang kaum Muslimin di Madinah sampai ke akar-umbinya. 

Jumlah keseluruhan pasukan tentera Ahzab (sekutu) adalah sekitar sepuluh ribu orang. Jumlah yang disebutkan dalam kitab sirah adalah lebih banyak berbanding jumlah orang-orang yang tinggal di Madinah secara keseluruhan, termasuk wanita, anak-anak, pemuda dan orang tua.

Menghadapi kekuatan yang sangat besar ini, atas idea Salman al-Farisi, kaum Muslimin menggunakan strategi penggalian parit untuk menghalangi sampainya pasukan musuh ke wilayah Madinah.

5. PEPERANGAN TABUK

5 Perang Besar Dalam Sejarah Islam

Perang Tabuk atau juga Ekspedisi Tabuk, adalah ekspedisi yang dilakukan oleh umat Islam pimpinan Nabi Muhammad SAS pada 630 Masihi atau 9 Hijriah, ke Tabuk, yang terletak di wilayah barst laut Arab Saudi. 

Kaum Roman memiliki kekuatan ketenteraan yang paling besar pada saat itu. Perang Tabuk merupakan lanjutan dari perang Mu’tah. Kaum muslimin mendengar persiapan besar-besaran yang dilakukan oleh tentera roman dan raja Ghassan.

Informasi tentang jumlah pasukan yang dihimpun adalah sekitar empat puluh ribu orang. Keadaan semakin berkurangan, kerana musim kemarau. Kaum muslimin sedang berada dalam kesulitan dan serba kekurangan. 

Untuk melindungi umat Islam di Madinah, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk cuba mengelak dari ianya terjadi.Hal ini bertambah sukar dengan adanya kelaparan di tanah Arab dan kurangnya bantuan dari puhak lain. 

Namun, Nabi Muhammad SAW berjaya mengumpulkan tenteranya yang terdiri dari 30.000 orang, jumlah pasukan terbanyak yang pernah dimiliki umat Islam.

Setelah sampai di Tabuk, umat Islam tidak bertemu pasukan Bizantium ataupun sekutunya. Menurut sumber-sumber Muslim, mereka menarik diri ke utara setelah mendengar kedatangannya pasukan Nabi Muhammad SAW. 

Namun tidak ada sumber non-Muslim yang boleh mengesahkan hal ini. Tentera Muslim berada di Tabuk selama 10 hari. Ekspedisi ini dimanfaatkan Nabi Muhammad SAW untuk mengunjungi kabilah-kabilah yang ada di sekitar Tabuk.

Hasilnya, banyak kabilah Arab yang sejak itu tidak lagi mematuhi Bizantium, dan berpihak kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. 

Muhammad juga berjaya mengumpulkan pajak dari kabilah-kabilah tersebut. Saat hendak pulang dari Tabuk, rombongan Muhammad didatangi oleh para pendeta Kristen di Lembah Sinai.

Nabi Muhammad SAW berdiskusi dengan mereka, dan terjadi perjanjian yang mirip dengan Piagam Madinah bagi kaum Yahudi. Piagam ini berisi perdamaian antara umat Islam dan umat Kristian di daerah tersebut.

Nabi Muhammad SAW akhirnya kembali ke Madinah setelah 30 hari meninggalkannya. Umat Islam maupun Bizantium tidak menderita sebarang korban dalam peristiwa ini, kerana pertempuran tidak pernah terjadi dan berjaya dielakkan.

Sumber: makintau.com

Tiada ulasan:

Dikuasakan oleh Blogger.